Sejarah Berdirinya Universitas Jenderal Soedirman

Sekitar tahun 1960, lembaga pendidikan yang ada di derah Banyumas baru sampai pada tingkat Sekolah Menengah Tingkat Atas baik umum maupun kejuruan. Sedangkan hasrat dan minat masyarakat untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi, semakin meningkat.

Pada waktu itu, para lulusan SMTA yang akan melanjutkan pendidikan, terpaksa harus mencari ke luar daerah Banyumas. Hal tersebut hanya terjangkau oleh para lulusan SMTA, yang orang tuanya mampu dan bersedia membiayainya. Kemudian timbul usaha melalui pimpinan masyarakat, baik formal maupun informal, untuk mendirikan Universitas di daerah Banyumas. Usaha tersebut mulai dirintis dengan :

1. Membentuk Panitia Pendiri Fakultas Pertanian pada tanggal 10 Februari 1961,sebagai embrio atau modal dasar berdirinya Universitas Jenderal Soedirman di daerah Banyumas yang berkedudukan di Purwokerto.

2. Mendirikan sebuah yayasan pembina yang bernama Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman, dengan Akte Notaris nomor : 32 tanggal 20 November 1961.

Atas terbentuknya Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman, maka segala tugas dan kewajiban serta hak milik Panitia pendiri Fakultas Pertanian, diserahkan kepada Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman. Atas usaha Pendiri Fakultas Pertanian yang kemudian dilanjutkan oleh Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman, berhasil didirikan Fakultas Pertanian, dan untuk sementara di bawah naungan Universitas Diponegoro yang berlokasi di Purwokerto, dengan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 121, tanggal 20 September 1962.

Setelah Fakultas Pertanian berdiri masyarakat Banyumas semakin bersemangat untuk mendirikan suatu Universitas. Hal ini terbukti dengan mengalirnya berbagai bantuan, baik berupa moril maupun materiil dari seluruh penjuru Karesidenan Banyumas (Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara). Pengurus Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman dan para pemimpin Masyarakat, baik formal maupun informal, berusaha menghubungi tokoh-tokoh Perguruan Tinggi (UGM, IPB dan UNDIP) dan Pimpinan Departemen PTIP, pimpinan Daerah Tingkat I Jawa Tengah, Pimpinan Angkatan Darat dan Instansi-instansi lainnya, dalam usaha mendirikan suatu Universitas.

Di samping bantuan dari berbagai pihak, dan atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, pada tanggal 23 September 1963, lahirlah Universitas Negeri di daerah Banyumas dengan nama Universitas Jenderal Soedirman, yang berkedudukan di Purwokerto, dengan Keputusan Presiden RI No. 195 tangggal 23 September 1963 dan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 153, tanggal 25 Nopember 1963. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri PTIP – Prof. Dr. TOJIB HADIWIDJAJA, pada hari Minggu tanggal 27 November 1963, bertempat di rumah dinas Residen Banyumas di Purwokerto.

Beberapa pertimbangan pemakaian nama Jenderal Soedirman untuk nama Universitas tersebut adalah : patung Jenderal Soedirman

1. Dalam persiapan dan usaha berdirinya Universitas ini, Angkatan Darat, dari tingkat Daerah sampai dengan tingkat Pusat, memberikan saham yang tidak sedikit.

2. Almarhum Jenderal Soedirman , sebagai Bapak TNI, yang namanya tidak tercela dan dapat dijadikan suri tauladan bagi generasi penerus, kelahiran daerah Banyumas.

3. Sudah disadari sejak awal, bahwa penyelenggaraan suatu Universitas dibutuhkan kerja tekun, teliti, terus menerus dan tak terputus-putus, memiliki pandangan yang jauh ke depan dengan tidak melupakan fakta sekarang (yang ada), sebagaimana telah diwariskan oleh almarhum Jenderal Soedirman, dengan semangat “MAJU TERUS PANTANG MUNDUR – DAN TIDAK MENGENAL MENYERAH, dalam menyumbangkan amal baktinya kepada Nusa, Bangsa dan Negara.

4. Diharapkan, dengan mengabadikan nama Jenderal Soedirman, alumni Universitas Jenderal Soedirman memiliki jiwa, semangat dan pribadi yang baik, berani membela kebenaran, kejujuran, keadilan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sanggup meneruskan perjuangan yang telah dirintis oleh almarhum Jenderal Soedirman semasa hidupnya.

Seperti telah diuraikan di muka, bahwa dalam proses mempersiapkan berdirinya Universitas Jenderal Soedirman, peranan Angkatan Darat sangat banyak membantu. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain :

1. Pernyataan terima kasih dari Pimpinan Angkatan Darat (almarhum Jenderal A. Jani) kepada masyarakat Banyumas dan sekitarnya, atas bantuannya dalam penumpasan gerombolan DI/TII di perbatasan daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

2. Sebagai pernyataan hormat dan penghargaan serta untuk mengenang jasa almarhum Panglima Besar Jenderal Soedirman pada perang Kemerdekaan Republik Indonesia, maka didirikanlah monumen hidup, ialah Univesitas Jenderal Soedirman.

Universitas Negeri Jenderal Soedirman didirikan dengan Surat Keputusan Presiden RI tanggal 23 September 1963 Nomor : 195 tahun 1963 dan Surat Keputusan Menteri PTIP tanggal 25 November 1963, nomor 153 tahun 1963.

Pada mulanya Universitas Jenderal Soedirman mempunyai 3 Fakultas yaitu : Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, Fakultas Ekonomi.

Berdirinya fakultas-fakultas tersebut disiapkan oleh Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Pertanian diresmikan menjadi Fakultas Pertanian Negeri sebagai cabang Universitas Negeri Diponegoro Semarang dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan tanggal 20 September 1962. Fakultas Biologi dan Fakultas Ekonomi diresmikan sebagai Fakultas Negeri dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan tanggal 9 Oktober 1963, nomor 127 tahun 1963.

Pimpinan Universitas Negeri Jenderal Soedirman ada ditangan suatu Presidium yang anggota-anggotanya diangkat oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dengan Surat Keputusan tanggal 11 Oktober 1963 nomor 10200/UP/11/63, yang diubah dengan Surat Keputusan tanggal 29 Oktober 1963 nomor 12242/UP/63, terhitung mulai tanggal 17 Agustus 1963.

Sesuai dengan Keputusan tersebut anggota-anggota Presidium adalah :

1. SOEMARDJITO : Residen Banyumas, sebagai Ketua, merangkap anggota.

2. LETKOL SOEGIHARTO : DANREM 071/WIJAYAKUSUMA, sebagai Anggota.

3. R. SOEROSO, SH : Koordinator Kejaksaan Negeri Karesidenan Banyumas, sebagai anggota.

4. R. KRIHARTO : Kepala Inspektorat Kepolisian Daerah Karesidenan Banyumas, sebagai anggota.

5. Dr. H.R.BOENJAMIN : Dekan Fakultas Pertanian, sebagai anggota.

Pada tanggal 3 Juli 1965 Pimpinan Universitas Negeri Jenderal Soedirman dijabat oleh LETKOL CHK. R.F.SOEDARDI, SH yang diangkat sebagai Rektor pertama oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dengan Surat Keputusan nomor : 5400/Sekret/BUP/1965 tanggal 18 Juni 1965.

Dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan tanggal 3 Desember 1965 nomor 275 tahun 1965 dibukalah Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, penyerahan dari Universitas Islam Indonesia cabang Yogyakarta di Purwokerto. Serah terima dilakukan pada tanggal 10 Februari 1966. Perkembangan selanjutnya Rektor Universitas Jenderal Soedirman melalui Surat Kep. 022/PT30.Y/E.1979 membentuk Panitia untuk menjajagi kemungkinan berdirinya Fakultas Hukum dan mengadakan konsultasi dengan fakultas hukum di beberapa universitas yang sudah lebih awal lahir seperti : Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada

Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, Panitia membuat rencana lengkap untuk mendirikan Fakultas Hukum. Melalui surat kawat tanggal 13 Mei 1981 dari Direktur Pembinaan Sarana Akademis atas nama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen P & K, Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman dapat mulai menerima mahasiswa tahun akademik 1981/1982. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50/1982 Fakultas Hukum secara resmi menjadi salah satu Fakultas di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman. Dengan berdirinya Fakultas Hukum, maka Universitas Jenderal Soedirman sampai dengan tahun 1981 mempunyai 5 Fakultas dan 3 Program Diploma :

1. Fakultas Pertanian

2. Fakultas Biologi

3. Fakultas Peternakan

4. Fakultas Ekonomi

5. Fakultas Hukum

Sedang 3 Program Diploma tersebut yaitu :

1. Diploma Pendidikan Ahli Administrasi Keuangan

2. Diploma Pendidikan Ahli Kesekretariatan

3. Diploma Pendidikan Ahli Ternak Unggas dan Perah

Selanjutnya dengan telah disahkannya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Universitas Jenderal Soedirman tahun 1981 – 1991 serta Rencana Universitas Lima Tahun Pertama ( REUNLITA I ) tahun 1983-1988 telah diambil suatu kebijaksanaan untuk memprogramkan pendirian atau pembukaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada tahun akademik 1984/1985.

Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan FISIP maka Rektor Universitas Jenderal Soedirman telah membentuk Panitia Pendirian atau Pembukaan FISIP dengan Surat Keputusan No. Kept. 81/PT30.Y/X 1983.

unsoed sekarangSebagai hasil Kegiatan Panitia, akhirnya berdasarkan SK Dir. Jend. Dikti No.29/DIKTI/Kep/1984 tanggal 17 Mei 1984, mulai tahun akademik 1985/1986 telah dibuka dua program S1 yaitu Administrasi Negara dan Sosiologi di bawah Fakultas Hukum.

Melalui SK Mendikbud No. : Kept. 0377/O/1993 tanggal 21 Oktober 1993, maka Program Studi Sosiologi dan Administrasi Negara yang semula bernaung di bawah Fakultas Hukum telah resmi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Usaha pengembangan Universitas Jenderal Soedirman dilanjutkan dengan pembukaan Program Magister (MM) tahun 1996 berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud No. 205/Dikti/Kept/1996 tanggal 10 Juli 1996. Pada tahun 1997 berdasarkan Sk Rektor No. 102/J23/PP/1997 bulan Mei 1997 dibuka Program Diploma 3 (tiga) yaitu : Program Diploma 3 Akuntansi, Program Diploma 3 Bahasa Inggris dan Program Diploma 3 Manajemen Sumberdaya Hayati Perairan (MSHP) yang selanjutnya disetujui dengan SK Dirjen Dikti No. 05/DIKTI/Kept./1999 tanggal 7 Januari 1999.

Hingga tahun 2003 Unsoed telah memiliki 6 (enam) Fakultas dengan 33 Program S1, 9 Program Diploma Tiga dan 8 Program Pascasarjana.

Kondisi Mantan Presiden Suharto

Dalam Kondisi Sangat Kritis

Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina hingga, Sabtu (12/1) pagi masih kritis karena mengalami kegagalan multiorgan. Kondisi ini terjadi sejak pukul 17.00 ditandai dengan penurunan kesadaran, pernapasan yang memburuk, serta tekanan darah yang menurun. Bahkan sempat beredar kabar burung via SMS bahwa Pak Harto telah menghembuskan nafas terakhir.

Informasi itu membuat banyak tokoh dan wartawan berupaya mendapat informasi pasti. Akibatnya suasana di lobi RSPP sangat riuh. Terutama saat kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mensesneg Hatta Rajasa yang diduga datang untuk memastikan kondisi terakhir Pak Harto. Para wartawan, juru kamera dan fotografer berebut berdesakan meliput keterangan Jusuf Kalla. Namun Wapres JK tidak memberi keterangan apa-apa. Suasana gaduh sempat terjadi saat Wapres turun dari lantai lima tempat Pak Harto dirawat, sampai-sampai kaca meja computer pecah.

Sesuai keterangan Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono SpB didampingi anggota dokter lainnya, pernapasan Pak Harto menjadi cepat dan dangkal, serta tekanan darahnya turun hingga mencapai 90/45 mm Hg. Sebelumnya, Jumat pagi, tekanan darah masih mencapai 110-120/50 mm Hg. Menurut Mardjo, secara medis kegawatan tersebut disebabkan oleh kegagalan multiorgan, antara lain otak, jantung, paru dan ginjal.

Dalam keterangan pers Sabtu 11/01 pukul 21.00, itu Ketua Tim Dokter Kepresidenan mengatakan untuk mengatasi kegawatan yang terjadi, tim dokter memasang alat bantu pernapasan atau ventilator. Juga diberikan beberapa jenis obat. Dijelaskan, setelah dilakukan pertolongan dengan resusitasi, tekanan darah Pak Harto kembali naik menjadi 130/70 mm Hg. “Namun, kondisi ini masih labil dan belum diketahui sampai kapan kondisi labil ini akan berakhir, yang ditandai dengan pelepasan ventilator,” kata anggota Tim Dokter Kepresidenan, dr M Munawar SpJP.

Menurut Munawar, perkembangan jantung Pak Harto pada hari kedelapan perawatannya di RSPP seharusnya menunjukkan perbaikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Namun, kegawatan yang terjadi membuat tim dokter harus melakukan penyelamatan dengan memasang ventilator dan melakukan resusitasi agar Pak Harto bias bernapas secara normal, yaitu 18 kali per menit dan dapat memenuhi kebutuhan oksigen sehingga proses pemulihan segera terjadi.

Diakui pemasangan alat CRT ini CRT bukanlah satu-satunya upaya untuk meningkatkan kerja jantung. Sebelumnya, pada siang hari, tim dokter menilai pemasangan alat tersebut jauh berisiko dibandingkan manfaatnya bagi Pak Harto. Menurut Munawar, pemasangan CRT akan berisiko tinggi.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono mengatakan, kondisi umum Pak Harto lemah, kritis. Meskipun tingkat kesadaran meningkat dan sesak napas berkurang, tapi kondisinya masih kritis. Kadar oksigen dalam darah hanya mencapai 9,9 gram persen dan meskipun foto paru-paru memperlihatkan ada perbaikan dibandingkan sebelumnya, namun faal paru masih belum sepenuhnya membaik.

Sementara itu, Prof Hadiarto ahli paru-paru yang menjadi anggota tim dokter, mengatakan membaiknya hasil foto paru-paru karena dokter mengeluarkan makin banyak cairan yang ada di paru-paru. Namun, menurutnya, makin berkurangnya cairan dalam jaringan di luar pembuluh darah di paru-paru itu belum cukup menggembirakan. Diwaspadai juga bias timbulnya infeksi paru-paru dengan melihat adanya tanda-tanda awal peradangan. Hal ini diupayakan dicegah dengan memberikan obat antiradang dan antibiotik.

Kondisi kritis Pak Harto juga berkaitan dengan usianya yang sudah 87 tahun. Namun menurut dr Marjo, Tim dokter masih berupaya semaksimal mungkin untuk kesembuhan Pak Harto. Tim Dokter terus berupaya untuk meningkatkan kondisi Pak Harto, memperbaiki keseimbangan cairan, obat-obatan, dan tetap menggunakan continuous veno-venous hemodiafiltration (CVVHD).

Sementara itu Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam SMS-nya kepada wartawan, menyebutkan bahwa pemasangan ventilator justru akan membuat ”susah” pasien. Menurut Menkes, seperti dilansir berbagai media, dalam keadaan yang sudah demikian payah, dipasang ventilator akan susah karena bisa terjadi kehidupan ’palsu’, yaitu penderita seperti hidup.

“Alat-alat yang dipasang dan obat-obatan diberikan, padahal penderitanya sebenarnya dalam keadaan koma. Menurut saya, kasihan penderitanya, kasihan Pak Harto, mudah-mudahan Pak Harto diberi kemudahan menghadap-Nya,” demikian pesan Menkes. Bahkan Menkes juga mengatakan, sekitar pukul 18.00, pihaknya diberi tahu bahwa Pak Harto sudah berhenti bernapas, tetapi kemudian pukul 21.00 mendapat laporan bahwa alat sudah dipasang.

soeharto1.jpg

Sindiran AA GYM

aagym.jpgAa Gym, saya tak kaget ketika mendengar gosip anda kawin lagi. Saya kecut ketika anda mengakuinya. Saya muak mendengar alasan anda bahwa perkawinan kedua itu untuk menghindari zina. Daripada teman tapi mesum, katamu. Astaga. Sudah sebegitu mesumkah anda jika berteman dengan perempuan?

Beristri lebih dari satu tentu tidak dilarang, seperti kau sebut-sebut kepada banyak wartawan. Agama Islam membolehkan dengan syarat yang ketat. Anda tentu merasa bisa memenuhi syarat itu sehingga memutuskan berpoligami, tiga bulan lalu. Tapi guru-guru ngaji saya di dusun, yang tentu tak sepopuler anda, menceritakan bukan dengan alasan takut zina Rasulullah menikahi perempuan lebih dari dua. Rasulullah menikahiperempuan yang suaminya gugur di medan perang dalam menyebarkan ajaran Islam. Ia hidup di zaman perang yang mengancam nyawa dan keselamatan.Lagipula dia berpoligami setelah Siti Khadijah, istri pertamanya, meninggal. Yang saya tahu, begitulah alasan Nabi memperistri banyak perempuan. Anda hidup di Indonesia yang mulai damai. Bahkan anda hidup di Bandung, sebuah
kota yang menjadi tujuan wisata akhir pekan.

Yang jadi soal adalah bukan dilarang atau tidaknya poligami oleh ajaran agama. Tindakan anda legal di mata hukum apapun. Tapi tidak di mata “hukum” sosial. Anda seorang ustad yang tiap hari berkotbah tentang nilai-nilai moral di televisi, di masjid, menulis di koran, radio, bahkan lewat telepon seluler. Anda merangsek begitu jauh ke dalam hidup setiap orang. Banyak
orang, dengan begitu, menjadikan anda sebagaipanutan. Inilah soalnya. Anda mungkin cuma manusia biasa yang bisa salah. Tentu saja. Anda bukan nabi. Tapi perbuatan anda itu sudah dipikirkan benar bahkan sejak lima tahun lalu. Anda tentu sadar sepenuhnya melakukan poligami. Ada banyak orang, memang, yang juga tak puas dengan satu istri. Tapi mereka tak saya kenal. Mereka tak berkotbah tentang nilai-nilai luhur dan amal soleh.

Dulu, saya pernah juga ikut latah menjadi pelanggan SMS tausyiahmu. Lima kali dalam sehari saya membaca omong kosong tentang kebajikan, sampai saya menghentikannya ketika profil anda dimuat berseri-seri di media massa. Saya berhenti setelah membaca laporan wartawan /Time/ yang menyebut anda Holyman, orang suci, yang berpose dengan motor gede dan gantole. Ganteng benar anda dengan semua kemewahan itu. Nabi Muhammad, orang yang paling anda kagumi dan kisah bajiknya sering kau kutip dalam ceramahmu, hanya punya sandal dari jerami yang ia jahit sendiri jika sobek.

Anda tak salah menikmati semua kerja dengan kekayaan itu. Tapi menjadi tak relevan ketika dipamer-pamerkan untuk semua orang. Bukankah memamerkan itu satu perbuatan kecil dari riya? Maka saya berhenti berlangganan tausyiahmu. Saya merasa tak ada gunanya membaca pesan moral dari orang yang suka berpamer-pamer harta. Sesekali saya masih ikut menonton kotbahmu di televisi, bersama anak dan istri saya–ketika tak punya pilihan acara televisi saat libur–seraya berdoa semoga orang lain mengikuti apa yang kau anjurkan. Di televisi, anda berpose mesra dengan istri pertama. Saya kian muak dengan sandiwara itu.

Istri anda mungkin sudah bisa ikhlas setelah mendengar semua argumen anda dengan tameng semua ayat dan hadits juga janji sorga. Tapi, bagaimana perasaan orang lain yang menjadi korban poligami ayah dan suami mereka? Inikah hikmah yang ingin kaudapat? Anda harusnya tahu, dengan pro-kontra yang beredar di jamaahmu yang sedih dan kecewa di Bandung itu saja, hikmah itu sudah pupus. Anda ingin belajar adil dan ikhlas dengan poligami. Tak adakah cara lain belajar tentang dua hal itu dan menunjukkannya kepada orang lain? Anda ingin mengubah pandangan orang yang tak setuju. Tak bolehkah orang tak setuju? Poligami adalah pilihan, bukan tuntunan.

Keputusan anda berpoligami itu, Aa Gym, makin menyempurnakan runtuhnya kepercayaan saya kepada semua pengkotbah agama. Saya kian tak percaya apa yang diomongkan para pengkotbah yang merampas hak saya menikmati tontonan bagus di televisi. Menjadi ulama itu sulit, tapi kenapa begitu mudah orang berkotbah hanya dengan mengutip satu dua ayat plus lawakan yang sering terasa garing, lalu menjadi kaya dengan itu. Saya lebih senang menonton pertunjukan Oprah Winfrey, atau Extravaganza, atau Srimulat. Mereka tak berusaha memberi pesan muluk, tapi saya terhibur.

Kita sudah jenuh dengan retorika. Anda tampil menambahnya, seolah-olah memberi resep dalam hidup sehari-hari yang sumpek. Saya terkesima, mula-mula. Kotbahmu mengena. Anda, sepertinya, tak mencari kekayaan bermodal pengetahuan ayat dan hadist. Anda sudah kaya sebelum jadi ustad, meskipun saya tak tahu berapa rupiah anda dibayar satu kali tampil di mimbar.

Anda benar, tak mudah memang menjalankan 3M yang sering anda ulang-ulang: mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang juga. Saya pernah mencoba dan tak bisa. Kini anda sendiri gagal menjalankannya. Anda tak bisa memulai dari diri sendiri karena anda sendiri tak menganjurkan orang lain berpoligami. Anda juga lupa bahwa kesenangan duniawi kerap mengerangkeng akal sehat dan menyilapkan ingatan terhadap zaman hidup susah,
ketika nasib ada di bawah, seperti katamu.

Aa Gym, seperti katamu lagi, memang gampang merumuskan sebuah kebajikan tapi berat menjalankannya. Anda bukti paling sempurna untuk itu. Anda sering menganjurkan agar jangan menyakiti orang lain, jika tak ingin disakiti orang lain. Ketika anda meminta izin menikah lagi, istri anda terguncang dan meriang. Anak-anak marah dan kecewa. Perempuan mana sih yang mau cinta suaminya terbagi-bagi? Tindakan anda makin mengukuhkan kesimpulan para pengkritik Nabi Muhammad yang dituding menyebarkan ajaran tak memberi tempat pada perasaan perempuan. Tindakan anda itu mengguncang saya sebagai ayah dan suami. Saya khawatir anak saya mencerna salah tindakan anda itu.

O, ya, saya juga dipanggil Aa di rumah. Dua adik saya memanggil begitu, istri saya mengikuti. Ketenaran anda ikut mempopulerkan panggilan khas di keluarga-keluarga orang Sunda. Saya malu menyandang panggilan itu kini.

Saya doakan semoga berat badan anda pulih dan tak berjerawat lagi.

TANAMAN HIAS


Aneka Tanaman Hias

Ada berbagai jenis, bentuk, maupun keunikan aneka ragam berbagai tanaman hias di Dunia. Ada kalanya kita hanya mengetahui satu atau dua jenis tanaman hias , padahal di dunia ini ribuan bahkan jutaan jenis tanaman hias yang tersebar di berbagai belahan dunia. Baik dilihat dari keunikan tanaman hias itu sendiri maupun ciri has masing-masing dari tanaman hias tersebut.

Berikut ada beberapa contoh TANAMAN HIAS yang diambil dari beberapa negara , beberapa diantaranya ada yang dari Indonesia.

BUNGA PAKIS MONYET

Tanaman Pakis saat ini mulai dilirik para pehobby tanaman hias. Jika tanaman hias lainnya yang membuat indah tanaman tersebut adalah bunga atau daunnya, kalau Pakis Monyet justru batangnya yang berbulu pirang, mirip monyet dalam film Kera Sakti tersebut.

BUNGA BEGONIA

Jika dilihat sepintas, tanaman ini terkesan biasa saja. Tapi bila Anda pegang bulu daunnya, tangan Anda akan terasa memegang bulu halus dan tebal laiknya memegang sebuah permadani atau karpet mewah.

Bunga Euphorbia

Pulau Madagaskar memang mempunyai keanekaragaman hayati yang membuat kita kagum. Bukan hanya Pachypodium tetapi juga beragam jenis Euphorbia. Bila kita mengenal hanya Euphorbia Milii, maka di Madagaskar punya beragam jenis Euphorbia yang indah. Salah satunya adalah Euphorbia Francoisii

ADENUM SOCROTANUM

Menurut ahli2 taxonomi, adenium terbagi atas beberapa spesies. Walau ada yang mengutarakan hanya 1 spesies yaitu obesum dengan beberapa sub spesiesnya tetapi yang kita kenal saat ini mencakup 7 spesies yaitu sp. Obesum, sp. Multiflorum, sp. Oleifolium, sp. Swazicum, sp. Boehmianum, sp. Arabicum dan sp. Socotranum

Bunga Kaca Piring

Tanaman ini dikenal karena keharumannya. Namun, selain indah dan harum, tanaman ini juga bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Biasanya tanaman ini juga banyak digunakan untuk pengharum ruangan

Bunga ASTER

Keindahannya tentu tak asing lagi. Apalagi jika kita bicara soal ragam warna. Tak heran jika bunga satu ini menjadi pilihan untuk dijadikan bunga potong. Namun, ditanam di halaman rumah pun tak kalah oke

Bunga Tapak Dara

Tanaman in tumbuh di sembarang tempat. Padahal, jika kita mau merawatnya, selain indah juga banyak khasiatnya, lho. Sehari-harinya, tanaman tapak dara tak terlalu diperhatikan. Ia bisa tumbuh di tepian parit, tumbuh menggeliat tanpa aturan, atau ada pula yang tumbuh dipinggir jalan raya dengan kondisi apa adanya.

Kunjungi : Http:/www.iklanhouse.com/delindotekno

Catatan Kecil Untuk Sang Bapak Orde Baru

Sisi baik pak Harto

Hari-hari ini, baik koran maupun televisi banyak memberitakan kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto, bapak pembangunan Indonesia. Setiap saat team kedokteran yang menangani kesehatannya selalu melaporkan ke publik, apa-apa yang telah dikerjakan untuk terus menjaga kondisi kesehatan beliau. Tayangan televisi menampakkan ada puluhan orang, baik keluarga, kerabat, teman dekat, bekas pejabat maupun pejabat negara berusaha menengoknya. Intinya, orang-orang yang mengenal beliau dan bisa mendapat akses kesana, berusaha untuk menemani pak Harto. Juga keluarga besarnya.

Terlepas dari kontroversi yang melekat pada diri beliau, dan itu adalah wajar adanya. Kenapa ? Dengan jumlah rakyat yang ratusan juta, dengan berbagai kondisi latar belakang yang berbeda, ada yang ekstrim, ada yang tidak. Maka jelas, setiap tindak keputusan yang tegas, tentu mengandung resiko. Ada yang mendapat dampak positip dan tidak sedikit pula yang negatif. Berkaitan dengan hal itu, sebagai pemimpin beliau tentu mempunyai alasan yang kuat yaitu ingin berpihak pada masyarakat banyak (mayoritas), kalaupun ada yang rugi, ya itulah dunia. Memang nggak gampang diterima oleh semua lapisan. Tapi yang jelas, sebagai orang yang dibesarkan jaman orba, dapat merasakan sewaktu kecil bahwa pada masa itu, harga-harga relatif murah, tidak banyak terdengar tentang konflik beragama, apalagi adanya bom atas nama Tuhan.

Nggak tahu itu, apa karena waktu itu masih kecil sehingga wawasan kurang atau karena apa. Karena sampai saat inipun, berita-berita kontroversi tentang pak Harto hanya dari koran, dan hanya marak setelah beliau lengser, maka tentunya tidaklah bijak jika tidak tahu lalu turut serta merta dalam kontroversi tersebut. Terus terang saya tidak tahu kebenarannya, tapi yang jelas, yang saya tahu, adalah ‘hal-hal tadi‘, yang baik-baik yang dirasakan sewaktu kecil.

Oleh karena itu, saya netral, jadi bagaimanapun, beliau adalah mantan pemimpin negeri ini. Di mana waktu kecil dulu, aku dapat dibesarkan oleh orang tuaku sampai seperti sekarang ini. Orang-tuaku mensyukuri bahwa masa itu ada, padahal hanya pegawai perusahaan swasta, yang kadang-kadang mengajar jadi guru, jadi tidak ada kaitannya lho dengan pejabat pemerintahan yang mungkin mendapat imbasnya. Jika demikian tentunya aku juga mensyukuri dan mengucapkan terima kasih pada mantan pemimpin negeri yang menciptakan suasana kondusif waktu itu.

Saya kira berbicara tentang kontroversi tidak ada habisnya, apalagi yang kena dampak buruk. Aku tidak ingin membicarakan hal tersebut, saya kira banyak koran yang memuatnya.

Do not be happy when your enemy falls, and do not feel glad when he stumbles. The LORD will see it, he won’t like it, and he will turn his anger away from that person.
Proverbs 24:17-18

Saat ini aku ingin melihat dari sisi lain, yaitu bahwa pada kondisi sakit sebagai orang tua lemah, beliau selalu dikunjungi dan ditunggui oleh keluarganya. Saya melihat ibu Tutut dan adik-adiknya juga berusaha merasakan kondisi yang prihatin tersebut. Juga tempo hari terlihat ibu Halimah, putri mantunya juga menengok. Jelas pada kondisi pak Harto seperti itu, yang sudah lemah, maka tentunya tidak hanya faktor uang atau kekayaan aja, pasti ada hal-hal lain yang membuat orang-orang tersebut hormat kepadanya.

Apa itu ?

Hubungan kekeluargaan. Coba perhatikan. Keluarga bagi pak Harto adalah utama, dan tetap monogami.

Menurut saya itu khan hebat sekali, coba jika anda mau melihat kanan atau kiri, sedikit saja, maka adalah fakta bahwa banyak orang yang mungkin merasa sukses karena telah bergelimang duit, populer, dielu-elukan dimana-mana, akhirnya tahu-tahu poligami. Itu sudah jamak, tidak hanya artis, tetapi disegala lapisan masyarakat, ada tukang ojek, tukang masak, pegawai negeri / swasta, pejabat bahkan tokoh agamapun demikian juga. Memang sih ada ayat-ayat tertentu yang dijadiin gacoan yang menunjukkan bahwa itu semua tidak bertentangan dengan agama. Alasan mereka-mereka umumnya adalah sama yaitu untuk menghindari zinah. Jadi berkeluarga bagi mereka tujuannya hanya ‘itu‘ aja. Sedangkan pak Harto yang lebih 30 tahun bergelimang duit , lebih kaya dari mereka-mereka itu, bahkan lebih populer, dll, masih tetap mempertahankan konsep perkawinan monogami. Bahwa berkeluarga baginya tidak hanya soal ‘itu’ saja, tetapi ada yang lain yaitu membentuk kekerabatan, hubungan darah. Nilai bahwa keluarga adalah kekal dan hanya kematian saja yang dapat memisahkan. Hebat itu. Anak-anaknya saja juga susah untuk mengikutinya.

Coba kalau beliau tidak seperti itu, punya istri lebih dari satu. Wah pasti situasi dimasa tua sewaktu sakit seperti sekarang ini akan berbeda sama sekali. Saya yakin itu.

He must have only one wife, be sober, use good judgment, . . .
He must manage his own family well. His children should respectfully obey him.
1 Timotius 3:2,4

Konsep falsafah jawa, bahwa tugas utama anak untuk orang tuanya adalah mikul duwur mendem jero, yang sedang diusahakan oleh putra-putri pak Harto, saya yakini pasti diharapkan oleh semua tua-tua di negeri ini agar nanti anak-anaknyapun juga seperti itu.

Saya yakin, jika semua orang yang memilih memutuskan untuk berkeluarga, dan menjadikan keluarga selalu rukun, damai dan sejahtera, serta solid. Saya yakin negara inipun juga demikian. Selama keluarga hanya dilihat dari sisi legalitas formal di dalam kaca mata negara dan agama maka hati-hatilah di masa tua anda, selagi kesehatan, harta dan kekuasaan tidak lagi bermakna.

Bagaimanapun sebagai mantan pemimpin negeri ini, saya ikut prihatin dengan kondisi beliau, kita perlu berdoa semoga Tuhan berkenan memberikan apa-apa yang terbaik bagi beliau, juga bagi bangsa ini. Amin.

DUNIA LINUX

Tip-tip menggunakan Koneksi Lewat LINUX

Banyaknya distribusi Linux dengan berbagai karakter yang berbedt-beda, pemilihan program dan konfigurasi yang beraneka ragam . dukungan kernel yang juga berbeda, terkadang membuat pengguna linux bingung ketika terjadi masalah. Dan tidak ada yang bisa melarang seseorang atau sebuah lembaga untuk membuat distribusi Linux baru . Sampai tulisan ini dibuat , distro-distro baru masih bermunculan.

Perbedaan distribusi Linux terkadang sedikit menghambat seseorang membantu pengguna lainnya

JARINGAN KOMPUTER

Skema JaringanPENGANTAR 

 

Perkembangan ilmu teknologi dalam sistem IT dan jaringan menuntut kita untuk selalu menyadari bahwa kebutuhan akan jaringan sangat diperlukan dimasa – masa mendatang. Kita bisa melihat bahwa kebutuhan kita sehari – hari saat ini sudah sangat erat sekali hubungannya dengan komputerisasi baik itu yang di desain untuk berdiri sendiri (Stand Alone) ataupun yang sudah bisa berinteraksi dengan dunia maya (Internet).

Sejalan dengan perkembangan teknologi dalam sistem jaringan dan IT maka perkembangan perangkat dan peralatan IT dan Jaringan juga ikut mengambil andil yang besar untuk mendukung sistem informasi dan jaringan yang semakin hari semakin canggih. Peralatan dan perangkat yang mendukung sistem jaringan seperti Router, Switch, Hub, Bridge, Repeater, Modem dan yang tak kalah pentingnya adalah unit komputer itu sendiri.

   Dengan perkembangan itu dibutuhkan tenaga-tenaga terampil yang dapat mengetahui dan mengerti bagaimana proses dan prinsip kerja dari peralatan-peralatan tersebut diatas. Kita bisa ambil contoh untuk mempelajari dan mengerti akan proses yang berjalan pada Router, paling tidak kita membutuhkan  perangkat-perangkat router yang saat ini harganya cukup mahal dan variatif. Terkadang keinginan kita untuk belajar dan keingintahuan terkubur dengan kondisi dana yang harus kita keluarkan untuk mempelajari satu sistem dalam ilmu jaringan. Karena memang tidak bisa kita elakkan bahwasannya perangkat dan peralatan jaringan merupakan barang yang masih di kategorikan cukup mahal.

   Untuk itu dalam kesempatan ini, kita akan berbagi ilmu dan pengetahuan, bagaimana kita bisa belajar dan mengerti proses yang terjadi pada router (Perangkat Routing) tanpa harus membeli perangkat Router yang cukup mahal itu. Dalam hal ini kita akan menggunakan Personal Computer (PC) yang mungkin kita sudah miliki di rumah sebagai Router yang dikenal dengan PC-Router. Kita akan menggunakan sistem operasi Windows. Kenapa kita memilih windows, kerana sistem operasi windows ini sudah familiar dikalangan masyarakat Indonesia dan penggunaannya User Friendly.

 

 

Apabila ANDA mengalami kesulitan dalam  :

1. Instalasi Server

2. Instalasi Jaringan Komputer

3. Pemasangan

4. Maintenance

 

                                                                 Hub : Http://www.delindo.wordpress.com